Lompat ke isi utama

Berita

Berny: Pada Kondisi WFA, Tusi Jajaran Sekretariat Harus Optimal

.

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo – Menanggapi penerapan pola kerja Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kota Gorontalo, Koordinator Sekretariat Berny Pakaja, menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap harus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi (Tusi) meskipun dalam pola kerja fleksibel.

Berny: Pada Kondisi WFA, Tusi Jajaran Sekretariat Harus Optimal

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo – Menanggapi penerapan pola kerja Work From Anywhere (WFA) di lingkungan Sekretariat Bawaslu Kota Gorontalo, Koordinator Sekretariat Berny Pakaja, menegaskan bahwa seluruh jajaran tetap harus mengoptimalkan pelaksanaan tugas dan fungsi (Tusi) meskipun dalam pola kerja fleksibel.

Hal itu disampaikannya dalam agenda rapat koordinasi daring bersama jajaran sekretariat, pada 15/6/2025. Dalam arahannya, Berny menekankan pentingnya menjaga disiplin, produktivitas, dan tanggung jawab individu, agar kinerja kelembagaan tidak terdampak oleh perubahan pola kerja.

“WFA bukan berarti mengurangi tanggung jawab. Justru di sinilah integritas kita diuji. Pelaksanaan tugas pokok dan fungsi masing-masing harus tetap optimal, meski dijalankan dari lokasi berbeda,” tegas Berny.

Lebih lanjut, Berny mengingatkan beberapa hal penting selama pelaksanaan WFA:

Koordinasi lintas divisi harus tetap berjalan secara efektif melalui platform daring,

Laporan kegiatan harian wajib dilaporkan tepat waktu dan terdokumentasi,

Setiap output pekerjaan harus terukur dan dapat dipertanggungjawabkan,

Penguatan pengawasan berbasis teknologi perlu terus ditingkatkan.

Berny juga mendorong jajaran sekretariat untuk tidak hanya menjalankan tugas secara teknis, tetapi juga proaktif dalam memberikan inovasi dan solusi terhadap dinamika yang dihadapi dalam masa non-tahapan.

Dengan pengelolaan kerja yang adaptif dan kolaboratif, Bawaslu Kota Gorontalo berkomitmen untuk tetap menjaga kualitas kinerja kelembagaan, sekaligus menjawab tantangan pengawasan kepemiluan secara efektif di era digital.

Penulis : AL