Bawaslu RI Gelar Kick-Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif: “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”
|
Bawaslu RI Gelar Kick-Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif: “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat”
Medan, 8 Juli 2025 – Bawaslu Kota Gorontalo - Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) resmi menggelar Kick-Off Pendidikan Pengawasan Partisipatif dengan tema “Berfungsi dan Bergerak untuk Pemilu 2029 yang Bermartabat” pada Senin malam. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dari Kota Medan, Sumatera Utara, dan disiarkan langsung melalui Zoom Meeting dan kanal YouTube resmi Bawaslu RI pada pukul 20.00 WIB.
Acara ini dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty, yang sekaligus menjadi penggugah semangat dalam mendorong gerakan pengawasan partisipatif secara nasional. Dalam sambutannya, Lolly menyampaikan bahwa kegiatan kick-off ini merupakan titik awal dari upaya panjang Bawaslu dalam membumikan pendidikan pengawasan di tengah masyarakat.
“Kick-off untuk pengawasan partisipatif artinya mulai malam ini gong start soal pendidikan pengawasan partisipatif dibunyikan dari tanah Sumatera Utara,” ujar Lolly.
Lolly juga menekankan bahwa pendidikan pengawasan partisipatif menjadi kunci utama dalam membangun pemilu yang berkualitas, terutama saat ini ketika Indonesia tengah memasuki masa non-tahapan pemilu.
“Ada jalan panjang menuju pemilu yang berkualitas. Salah satu caranya adalah memastikan itu melalui pendidikan pengawasan partisipatif. Artinya, masa non-tahapan adalah masa kita menanam, menyemai, dan menyiram. Kesadaran soal pemilu milik semua orang. Sehingga, nanti saat pemilu datang, semua tatanan sudah siap—termasuk kesadaran masyarakat bahwa pemilu adalah milik mereka sendiri,” tuturnya.
Bawaslu Kota Gorontalo turut mengikuti kegiatan ini secara daring. Ketua Bawaslu Kota Gorontalo, Sukrin S Taib, menyatakan dukungan penuh terhadap tema dan tujuan acara.
“Kami menyambut baik pelaksanaan kegiatan ini. Bawaslu Kota Gorontalo siap berfungsi dan bergerak bersama rakyat. Pengawasan partisipatif bukan sekadar program, tetapi gerakan yang harus dihidupkan bersama demi Pemilu 2029 yang bermartabat,” ujar Sukrin.
Sementara itu, Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Gorontalo, Berny Pakaja, menambahkan bahwa penting bagi seluruh jajaran sekretariat untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat.
“Pendidikan pengawasan ini harus menjangkau akar rumput. Sekretariat akan berperan aktif memfasilitasi dan memperluas akses masyarakat dalam kegiatan pengawasan. Dengan begitu, pengawasan partisipatif akan benar-benar hidup di tengah masyarakat,” jelasnya.
Dengan diselenggarakannya kick-off ini, Bawaslu RI berharap gerakan pengawasan partisipatif semakin mengakar di seluruh wilayah Indonesia. Semangat “Berfungsi dan Bergerak” diharapkan menjadi tonggak awal menuju penyelenggaraan Pemilu 2029 yang jujur, adil, dan bermartabat, serta benar-benar menjadi milik rakyat.
Penulis : W.R