Terkait Pemilih Pemula, Erman Lakukan Koordinasi di SMA Negeri 3 Gorontalo
|
Kota Timur - Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Dalam rangka memastikan akurasi data pemilih, anggota Bawaslu Kota Gorontalo Erman Katili melaksanakan koordinasi dengan pihak sekolah SMA 3 Kota Gorontalo terkait guna melakukan pemetaan pemilih pemula. Kegiatan ini bertujuan untuk mengidentifikasi jumlah siswa yang telah memenuhi syarat sebagai pemilih, sekaligus memastikan mereka tidak kehilangan hak pilih pada pemilu mendatang. Kunjungan tersebut diterima langsung oleh pihak sekolah bidang kesiswaan pada Senin (27/4/2026).
Koordinasi dilakukan dengan pendekatan kolaboratif bersama satuan pendidikan, melalui pendataan siswa yang telah berusia 17 tahun atau akan mencapai usia tersebut pada hari pemungutan suara. Langkah ini menjadi penting sebagai bentuk pencegahan terhadap potensi pemilih yang belum terdaftar dalam daftar pemilih tetap akibat belum memiliki dokumen kependudukan.
Erman menegaskan pentingnya pemetaan pemilih pemula sebagai langkah awal dalam menjamin hak pilih generasi muda. “Kami ingin memastikan bahwa seluruh pemilih pemula benar-benar terdata dengan baik. Jangan sampai ada yang sudah memenuhi syarat, tetapi tidak masuk dalam daftar pemilih hanya karena persoalan administrasi,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kepemilikan identitas kependudukan bagi pelajar. “Perekaman KTP elektronik menjadi hal yang sangat krusial. Kami mendorong adik-adik yang sudah cukup umur untuk segera melakukan perekaman, karena ini bukan hanya soal administrasi, tetapi juga bagian dari hak konstitusional sebagai warga negara,” tambahnya.
Lebih lanjut, Erman mengajak seluruh pihak untuk berperan aktif dalam menyukseskan proses ini. “Kami berharap ada dukungan dari sekolah, orang tua, dan instansi terkait agar proses perekaman KTP bisa berjalan maksimal. Kolaborasi ini penting untuk memastikan tidak ada pemilih pemula yang kehilangan hak pilihnya,” jelasnya.
Ia juga mengingatkan bahwa generasi muda memiliki peran strategis dalam demokrasi. “Pemilih pemula adalah penentu masa depan demokrasi. Oleh karena itu, kesadaran sejak dini untuk tertib administrasi dan berpartisipasi aktif dalam pemilu harus terus dibangun,” tutupnya.
Dengan adanya koordinasi ini, diharapkan para siswa mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi dalam menciptakan pemilu yang jujur, adil, dan berintegritas. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting dalam menjaga kualitas demokrasi di masa yang akan datang.
Penulis/Editor:A>L
Foto:A.L