Sebagai Narsum, Erman Pahamkan Peserta P2P Daring Terkait Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Anggota Bawaslu Kota Gorontalo yang juga merupakan Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa Erman Katili menjadi salah satu narasumber pada Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Daring Sabtu (15/11/2025)Dalam pemaparannya, Erman memberikan penjelasan mendalam terkait teknis pelaporan dugaan pelanggaran pemilu dan Pemilihan yang menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga integritas proses demokrasi. Ia menegaskan bahwa pemahaman yang benar terhadap mekanisme pelaporan adalah langkah awal bagi masyarakat untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pemilu.
Erman memaparkan bahwa pelaporan dugaan pelanggaran kini dapat dilakukan dengan lebih mudah melalui beragam kanal digital yang telah disediakan Bawaslu. Peserta diberikan panduan lengkap tentang jenis pelanggaran yang dapat dilaporkan, unsur-unsur yang harus dipenuhi dalam sebuah laporan, serta pentingnya bukti awal yang valid. Melalui penjelasan tersebut, Erman berharap masyarakat dapat menyampaikan laporan secara lebih tepat, akurat, dan memenuhi ketentuan regulasi Perbawaslu yang berlaku.
Dalam sesi yang berlangsung interaktif tersebut, Erman turut menyampaikan contoh kasus pelanggaran yang sering muncul di lapangan, termasuk pelanggaran administratif, pidana pemilu, maupun etik penyelenggara. Ia menekankan bahwa pemahaman terhadap jenis pelanggaran sangat penting agar laporan yang disampaikan masyarakat tidak keliru atau kehilangan substansi. Peserta tampak antusias, mengajukan pertanyaan, dan mendiskusikan situasi nyata yang kerap terjadi di lingkungan mereka.
Selain itu, Erman menekankan pentingnya tindak lanjut terhadap setiap laporan yang masuk. Ia menjelaskan bagaimana Bawaslu mengelola laporan mulai dari tahap penerimaan, verifikasi awal, kajian, hingga penanganan di tingkat sentra Gakkumdu. Transparansi proses ini, menurutnya, menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memastikan bahwa setiap laporan ditangani secara profesional dan berkeadilan.
Di akhir pemaparannya, Erman mengajak peserta P2P untuk tidak ragu menjadi garda terdepan dalam mengawasi jalannya pemilu. Dengan dukungan teknologi dan pemahaman teknis yang memadai, ia optimistis bahwa pengawasan partisipatif dapat semakin kuat dan berkontribusi nyata dalam mewujudkan pemilu yang jujur, adil, dan bermartabat. Kegiatan P2P Daring ini pun diharapkan dapat melahirkan relawan pengawas yang lebih kritis dan terampil dalam melaporkan setiap indikasi pelanggaran pada Pemilu maupun Pemilihan mendatang.
Penulis/Editor:A.L
Foto:Humas Bawaslu Provinsi Gorontalo