Pemuda Dalam Kerangka Digitalisasi
|
Oleh : Mohamad Risky Budji
\nAlumni SKPP Kota Gorontalo
\n
\nPemuda selalu memiliki peran yang sangat penting dalam perjalanan bangsa Indonesia. Sejak zaman pra kemerdekaan, zaman kemerdekaan, era orde lama, era orde baru, runtuhnya rezim orde baru hingga memasuki era demokrasi pemuda selalu mengambil peranan penting.
\n
\nSaat ini kita memasuki era digital dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang sangat pesat sehingga mengakibatkan terjadinya perubahan gaya hidup diberbagai aspek kehidupan seperti aspek pendidikan pendidikan, ekonomi, sosial budaya, keamanan dan media informasi.
\n
\nPemuda dengan segala potensinya dan juga sebagai generasi penerus bangsa tentu sangat diharapkan dapat memainkan peranannya di era digital ini. Hal ini dikarenakan bahwa kalangan yang lebih akrab dengan digitalisasi adalah kalangan pemuda, sehingga harapan untuk membangun bangsa ada ditangan pemuda, oleh karena itu pemuda sangat diharapkan mampu mengelola perkembangan teknologi digital dengan baik.
\n
\nPeluang dan ancaman di era digital
\nEra digital ibrat dua sisi mata uang, sisi pertama sebagai dampak positif yang memiliki peluang sementara sisi lain adalah dampak negatif sebagai ancaman. Peluangnya adalah dapat meningkatkan produktifitas secara efektif, dengan segala kecanggihannya tentu memudahkan kita dalam melakukan berbagai hal, misalkan mengakses dan menyebarkan informasi dengan cepat hanya dengan menggenggam seperangkat gedget, menjadikan media sosial sebagai lahan atau pasar untuk mempromosikan produk- produk kepada konsumen atau dapat berbelanja tanpa harus keluar rumah, mengakses media pembelajaran dengan mudahnya tanpa harus keperpustakaan, mendengarkan ceramah - ceramah agama, pidato politik, dan yang lainnya yang bisa di tonton dan didengarkan dimana saja dan kapan saja.
\n
\nTetapi, disaat yang sama juga sebagai ancaman jika tidak digunakan dengan baik seperti kejahatan dunia maya (Cyber crime), penyebaran hoaks, judi online, bermain game yang berlebihan sehingga membuat apatis terhadap lingkungan sekitar, penyebaran konten yang berbau pornografi, mengikis budaya bangsa dan lain sebagainya.
\n
\nPemuda dan Literasi Digital
\nSebagai kalangan yang paling akrab dengan teknologi digital, pemuda menjadi kekuatan inti dalam perubahan sosial di era yang serbah canggih ini, apalagi ditahun 2030 Indonesia akan menikmati bonus demografi, sehingga untuk mengelah teknologi digital dengan baik, maka keniscayaan yang harus dilakukan oleh pemuda adalah memperkuat literasi digital, dengan demikian pemuda memiliki kemampuan dalam mengolah teknologi digital untuk dapat memanfatkan peluang yang ada didalamnya. Begitupun sebaliknya, jika pemuda gagal mengola teknologi digital, maka pemuda telah gagal memainkan perannya di zaman dengan penuh kecanggihan ini dan konsekuensinya akan berdampak buruk pada bangsa ini.
\n
\nPeran pemerintah
\nEra digital tak bisa dilepaskan dengan akses internet. Saat ini akses internet masih belum merata sehingga menjadi tugas dari pemerintah untuk mempercepat pemerataan pembangunan jaringan internet di seluruh wilayah agar seluruh warga Indonesia dapat dengan mudah mendapatkan informasi dan dapat memanfaatkan internet dengan baik sehingga juga berefek pada pemerataan pembangunan SDM Khususnya dari kalangan pemuda. Selain itu, peran pemerintah juga harus mendidik masyarakat Khususnya pemuda dengan program- program yang berbasis literasi digital agar pemuda dapat memahami terkait dengan cara menggunakan internet dengan baik dan beserta dampak buruknya jika disalahgunakan.
\n
\nKedua hal tersebut sangat penting untuk dilakukan pemerintah, agar potensi pemuda dapat diaktualisasikan melalui digitalisasi diberbagai aspek-aspek kehidupan. Sehingga bangsa Indonesia tidak tertinggal dan dapat bersaing dengan bangsa - bangsa lainnya.