PASCA UJI PETIK, BAWASLU KOTA GORONTALO HIMPUN PERMASALAHAN DILAPANGAN
|
Kota Gorontalo – Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu Kota Gorontalo) usai melaksanakan pengawasan perihal Uji petik terhadap perubahan daftar pemilih berkelanjutan yang dilaksanakan selama 3 hari pada tanggal 21-23 Oktober 2021, tepatnya dengan menyisir 9 kecamatan dan 50 kelurahan di Kota Gorontalo, Bawaslu Kota Gorontalo segera menghimpun beberapa problem data di lapangan.
\n
\nIni sebagaimana saat di wawancarai bagian Humas Bawaslu Kota Gorontalo Lismawy Ibrahim yang juga merupakan Kordinator Divisi Pengawasan mengatakan, saat sekarang sedang membuat laporan maupun rekapan hasil pengawasan yang akan di sampaikan ke Bawaslu Provinsi Gorontalo.
\n
\n“Yaa….. kami sesudah melaksanakan pengawasan yang dibagi dalam 3 tim, sementara merampungkan hasil pengawasan terhadap problem yang ditemukan di lapangan”. Ungkap Lisamwy
\n
\nLismawy pun menjelaskan terkait elemen data yang dilakukan pengujian data di lapangan diantaranya yakni dengan elemn data Pemilih Baru, Meninggal, Pindah Domisili, Pemilih tidak dikenal, dan Pemilih Baru.
\n
\nLebih jelasnya Lismawy mengatakan bahwa jumlah sampel terhadap data yang dimutakhirkan KPU Kota Gorontalo khususnya pada bulan September kurang lebih sebanyak 119 Pemilih yangdi uji keakuratannya di lapangan.
\n
\nUntuk masalah-masalah yang ditemukan, seperti ada yang tak dikenali saat ditanyakan ke pihak kelurahan. Untuk masalah lainnya akan lebih jelas disampaikan dalam rapat internal yang akan digelar Bawaslu Kota Gorontalo secepatnya. Dirinya saat sekarang belum dapat menyampaikan secara detail terkait problem di lapangan.
\n
\nYang jelas saat kami melaksanakan Pengawasan pada 3 hari kemarin sedikitnya dari data yang kami pakai ada beberapa keliruan terhadap data yang dimutakhirkan. Tutup Lismawy saat diwawancarai bagian humas di ruang kerjanya, Rabu (27/10/2021