Lompat ke isi utama

Berita

Optimalisasi Program Bawaslu Kota Gorontalo di Masa Non Tahapan, Sukrin Tekankan Hal Ini

.

Bawaslu Kota Gorontalo terus melakukan konsolidasi internal dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program di masa non tahapan tahun 2026. Ketua Bawaslu Kota Gorontalo menekankan pentingnya peningkatan kinerja. Hal ini disampaikannya  dalam rapat internal bertempat di Kantor Bawaslu Kota Gorontalo yang membahas pemantapan program kerja dan arah kebijakan kelembagaan ke depan, Rabu (14/1/2026).

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Bawaslu Kota Gorontalo terus melakukan konsolidasi internal dalam rangka mengoptimalkan pelaksanaan program di masa non tahapan tahun 2026. Ketua Bawaslu Kota Gorontalo menekankan pentingnya peningkatan kinerja. Hal ini disampaikannya  dalam rapat internal bertempat di Kantor Bawaslu Kota Gorontalo yang membahas pemantapan program kerja dan arah kebijakan kelembagaan ke depan, Rabu (14/1/2026).

Dalam arahannya, Sukrin menekankan pentingnya masa non tahapan sebagai momentum untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja sebelumnya. Menurutnya, periode ini harus dimanfaatkan secara maksimal untuk memperkuat perencanaan, penataan administrasi, serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia di lingkungan Bawaslu Kota Gorontalo.

Sukrin juga menyoroti perlunya penyusunan program yang terukur, efektif, dan selaras dengan kebutuhan Lembaga khususnya di masa non tahapan. Setiap divisi diminta untuk mematangkan rencana kerja dengan memperhatikan skala prioritas, efisiensi anggaran, serta dampak program terhadap penguatan kelembagaan.

Selain itu, optimalisasi program di masa non tahapan diarahkan pada penguatan fungsi pencegahan, edukasi pengawasan, hukum dan pengelolaan kehumasan. Langkah ini dinilai strategis dalam menjaga eksistensi dan kepercayaan publik terhadap Bawaslu, meskipun tidak berada dalam tahapan pemilu.

Melalui pemantapan program di masa non tahapan 2026, Sukrin berharap Bawaslu Kota Gorontalo semakin siap menghadapi tahapan pemilu di masa mendatang. Kelembagaan yang solid, perencanaan yang matang, serta sinergi antar unsur internal menjadi kunci dalam mewujudkan pengawasan pemilu yang profesional dan berintegritas.

Penulis : A.L 

foto      : A.L