MENJELANG HARI PELAKSANAAN SKPP, BAWASLU KOTA GORONTALO HADIRI RAPAT FINALISASI DI BAWASLU PROVINSI GORONTALO
|
Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Lismawy Ibrahim serta Koordinator Sekretariat Berny Pakaja menghadiri rapat Finalisasi Pelaksanaan SKPP Tingkat Dasar Kab/Kota Se Provinsi Gorontalo, Sabtu (21/08/2021) bertempat di lantai III Bawaslu Provinsi Gorontalo.
\n
\nRapat tersebut dipimpin oleh Ketua Jaharudin Umar, S.H., M.H., Pimpinan Ahmad Abdullah, Idris Usuli, Kepala Sekretariat Bawaslu Provinsi Gorontalo Nikson Entengo, serta Kabag Pengawasan Ferdi Modanggu.
\n
\nJaharudin menyampaikan, pelaksanaan kegiatan Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP) untuk Bawaslu Kab. Gorontalo Utara, Kab. Gorontalo serta Kab. Bone Bolango akan dilaksanakan pada tanggal 24 s/d 26 Agustus 2021 dengan lokasi pelaksanaan di Kota Gorontalo. dan untuk titik Kota Gorontalo Bersama Bawaslu Boalemo dan Bawaslu Pohuwato rencana akan digelar tanggal 28-30 Agustus 2021.
\n
\n“Mudah-mudahan jadwal ini tidak berubah ya, dan karena ini masih dalam masa pandemi tentunya kita tetap mematuhi prokes sesuai dengan ketentuan. Saya harap panitia lokal lebih intens mempersiapkan hal teknis, termasuk berkoordinasi dengan satgas Covid serta pihak-pihak lain agar kegiatan ini mendapatkan persetujuan” ungkap pria yang akrab disapa J-U ini.
\n
\nSementara itu Pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo Ahmad Abdullah menuturkan, selain soal kesiapan, perihal vaksinasi peserta sebagaimana syarat yang termaktum dalam poin 2 pada penguman Bawaslu RI tentang ketentuan SKPP yang disampaikan pada tgl 16 Agustus 2021, juga harus menjadi perhatian panitia lokal.
\n
\n“Tidak semua peserta sudah atau bersedia divaksin, nah ini tindak lanjutnya bagaimana harus menjadi atensi panitia”, tegasnya.
\n
\nSebagai laporan, Lismawy selaku Ketua Bawaslu Kota Gorontalo menyampaikan perihal kesiapan peserta SKPP dari Kota Goorntalo, dari 38 org peserta yang sudah diumumkan Amir terdapat 31 orang peserta dari Boalemo yang sudah dikonfirmasi oleh tim PHL telah divaksinasi. Sembilan orang siap divaksin dan menunggu jadwal Vaksinasi, kemudian 4 orang menyatakan belum siap divaksin.