Lompat ke isi utama

Berita

Herlina Tekankan Rencana Tindak Lanjut P2P Sebagai Langkah Nyata Pengawasan Demokrasi

Herlina Antu

Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu saat memberikan arahan terkait rencana tindak lanjut bagi peserta P2P Kota Gorontalo pada Senin (19/5/2026).

Kota Timur-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo – Kegiatan Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Bawaslu Kota Gorontalo ditutup dengan penyusunan rencana tindak lanjut oleh peserta sebagai bentuk implementasi hasil pembelajaran selama kegiatan berlangsung, Rabu (21/5/2026). Rencana tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat pengawasan partisipatif di lingkungan masyarakat.

Koordinator Divisi hukum,  Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Humas Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu menegaskan bahwa rencana tindak lanjut pasca kegiatan menjadi bagian penting agar materi yang diterima peserta tidak berhenti pada ruang pembelajaran semata. Menurutnya, peserta perlu menghadirkan langkah nyata dalam membangun budaya pengawasan demokrasi di lingkungan masing-masing.

“Rencana tindak lanjut ini menjadi bentuk komitmen peserta untuk menghadirkan pengawasan partisipatif yang nyata dan berkelanjutan di tengah masyarakat,” ujar Herlina.

Ia menjelaskan, berbagai rencana aksi yang disusun peserta meliputi pembentukan komunitas pengawasan, edukasi kepemiluan di lingkungan kampus dan organisasi, hingga pemanfaatan media sosial sebagai sarana kampanye pengawasan partisipatif. Menurutnya, langkah-langkah tersebut dapat menjadi kontribusi positif dalam memperkuat kualitas demokrasi.

Selain itu, Herlina juga mendorong peserta untuk terus membangun kolaborasi dan komunikasi antar komunitas agar gerakan pengawasan partisipatif dapat berkembang secara lebih luas dan terstruktur. Ia berharap semangat yang dibangun selama kegiatan P2P dapat terus terjaga setelah kegiatan selesai.

Peserta kegiatan tampak antusias mempresentasikan rencana tindak lanjut yang telah disusun secara kelompok maupun individu. Komitmen peserta mengaku siap mengimplementasikan program edukasi pengawasan di lingkungan organisasi kepemudaan sebagai bentuk kontribusi dalam mengawal demokrasi yang lebih partisipatif.
 

penulis/editor:A.L

Foto:Vidya