Lompat ke isi utama

Berita

Herlina Antu : Peran Saka Nasional 2025 Jadi Momentum Bawaslu Bangun Basis Pengawasan Kultural

Herlina Antu

Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu (Kemeja Putih) saat berada di Stand anjungan pameran Bawaslu di Peran Saka Nasional 2025 Kelurahan Bongohulawa, Kecamatan Limboto Kabupaten Gorontalo, Rabu (5/11/2025).

Limboto-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo – Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Herlina Antu, menghadiri kegiatan Peran Saka  Nasional 2025 sebagai bagian dari upaya memperluas ruang edukasi pengawasan partisipatif kepada generasi muda, khususnya di lingkungan Gerakan Pramuka. Kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai daerah ini menjadi ruang bertemunya gagasan, pengalaman, serta nilai-nilai penguatan demokrasi di tingkat akar rumput.Limboto, (5/11/2025).

Dalam kesempatan tersebut, Herlina mengungkapkan pengawasan pemilu tidak hanya dilakukan pada saat hari pencoblosan atau masa tahapan saja, namun harus dibangun melalui kesadaran kultural yang melekat dalam keseharian masyarakat. “Peran Saka Nasional ini bukan sekadar kegiatan rutin Pramuka. Ini adalah momentum besar untuk menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan keberanian mengawasi sejak dini,” ujarnya kepada Humas.

Ia menilai bahwa keterlibatan Pramuka dalam pengawasan pemilu memiliki dampak strategis. Pramuka dikenal sebagai gerakan yang memiliki disiplin, karakter, dan kedekatan dengan komunitas lokal. Karena itu, Herlina menyebut bahwa membangun basis pengawasan kultural di lingkungan Pramuka akan memberi jangkauan pengawasan yang lebih luas dan berkelanjutan, terutama di daerah-daerah yang tidak selalu tersentuh oleh pendekatan formal.

Lebih lanjut, Herlina mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di daerah masing-masing. Menurutnya, generasi muda memiliki kepekaan yang kuat terhadap dinamika sosial dan mampu menyuarakan nilai demokrasi tanpa terikat kepentingan. “Pengawasan partisipatif adalah tindakan menjaga bangsa. Jika bukan kita, siapa lagi yang memastikan demokrasi berjalan bersih?” tegas Herlina.

Herlina menegaskan komitmen Bawaslu Kota Gorontalo akan  terus memperkuat kerja sama dengan Kwartir Cabang, sekolah-sekolah, komunitas kepemudaan, serta kelompok masyarakat lainnya. Ia menyebut bahwa sinergi ini akan menjadi fondasi gerakan pengawasan masyarakat yang terbuka, sadar, dan konsisten, sehingga demokrasi tidak hanya menjadi sistem, tetapi juga budaya yang hidup dalam keseharian rakyat.

penulis: A.L

Editor:Wahyuni

Foto:A.L