Herlina Antu Hadiri Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu
|
Jakarta-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Anggota Bawaslu Kota Gorontalo yang juga merupakan Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Herlina Antu menghadiri kegiatan Konsolidasi Perempuan Pengawas Pemilu dengan tema “Mewujudkan Ekosistem Pemilu Inklusif, Anti Kekerasan, dan Berbasis Transformasi Digital”, bertempat di Hotel Grand Mercure Jakarta Kemayoran, Senin (22/12/2025). Kegiatan ini menjadi forum strategis bagi perempuan pengawas pemilu untuk memperkuat peran dan kapasitas dalam menciptakan proses demokrasi yang berkeadilan dan ramah bagi seluruh lapisan masyarakat.
Dalam kegiatan tersebut, ketika dihubungi humas Herlina Antu menegaskan pentingnya keterlibatan aktif perempuan dalam pengawasan pemilu sebagai upaya memastikan pemilu berjalan secara inklusif dan bebas dari segala bentuk kekerasan, baik kekerasan fisik, verbal, maupun berbasis gender. Menurutnya, perempuan pengawas pemilu memiliki perspektif yang kuat dalam mendeteksi dan mencegah praktik-praktik yang berpotensi melanggar prinsip keadilan dan kesetaraan.
Selain isu inklusivitas dan pencegahan kekerasan, konsolidasi ini juga menyoroti pentingnya transformasi digital dalam pengawasan pemilu. Pemanfaatan teknologi informasi dinilai mampu meningkatkan efektivitas pengawasan, memperluas jangkauan partisipasi publik, serta mempercepat penanganan laporan dan temuan pelanggaran pemilu.
Herlina Antu menambahkan bahwa penguatan kapasitas perempuan pengawas pemilu harus dilakukan secara berkelanjutan melalui konsolidasi, pelatihan, dan jejaring yang solid. Dengan demikian, perempuan tidak hanya menjadi pelengkap dalam struktur pengawasan, tetapi tampil sebagai aktor utama dalam menjaga integritas demokrasi.
Melalui kegiatan konsolidasi ini, diharapkan terbangun ekosistem pemilu yang inklusif, aman, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Bawaslu, khususnya melalui peran perempuan pengawas pemilu, berkomitmen untuk terus mendorong pengawasan yang berperspektif keadilan, anti kekerasan, dan selaras dengan transformasi digital demi terwujudnya pemilu yang demokratis dan berintegritas.
Penulis/Editor: A.L
Foto: Humas Bawaslu