Lompat ke isi utama

Berita

Extraordinary Class I, Herlina Ajak Peserta Peran Saka Berpikir Kritis dan Berani Mengawasi Pemilu

Herlina Antu

Herlina Antu saat menjadi narasumber dan memberikan materi pada kegiatan peran saka nasional di bumi perkemahan kelurahan Bongohulawa, Limboto Kabupaten Gorontalo, Jumat (7/11/2025).

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Herlina Antu, mengajak siswa/siswi peserta peran saka nasional Berpikir Kritis dan Berani Mengawasi Pemilu. Hal itu disampaikannya saat menjadi narasumber pada kegiatan peran saka nasional Extraordinary Class I Stand Bawaslu bertempat  di bumi perkemahan Bongohulawa Kabupaten Gorontalo   , Jumat (/11/2025).

Dalam penyampaian materinya, Herlina menegaskan bahwa pengawasan pemilu tidak hanya menjadi tugas lembaga Bawaslu semata, namun memerlukan partisipasi aktif masyarakat, khususnya generasi muda. Menurutnya, pemuda memiliki kepekaan, daya kritis, dan keberanian yang dapat menjadi kekuatan besar dalam mencegah terjadinya kecurangan dan pelanggaran pemilu. “Kalau bukan dari kalian yang peduli, siapa lagi yang akan menjaga demokrasi ini,” ujarnya.

Herlina juga mengajak seluruh peserta Extraordinary Class peran saka nasional untuk tidak hanya menjadi penonton dalam proses demokrasi. Ia menekankan pentingnya memahami regulasi kepemiluan, mengenali modus pelanggaran, serta membangun sikap independen dalam melihat persoalan. Pengawasan yang kuat, lanjutnya, harus lahir dari kemampuan analisis, keberanian menyampaikan kebenaran, dan esensi demokrasi kaitan dengan kegiatan peran saka nasional.

Kegiatan Extraordinary Class I ini dirancang dengan pendekatan partisipatif, di mana peserta diajak berdiskusi, menyampaikan pandangan kritis, hingga narasumber memberikan materi seputar kepemiluan. Metode ini bertujuan agar peserta tidak hanya memahami teori, tetapi mampu menerapkan pengetahuan tersebut dalam situasi nyata di lapangan. Antusiasme peserta tampak dari aktifnya komunikasi dua arah antara narasumber dan peserta.

Melalui Extraordinary Class I, Herlina berharap Peran Saka  dapat menjadi agen perubahan yang hadir di tengah masyarakat sebagai pelopor pengawasan kultural. Dengan terbentuknya generasi yang kritis, beretika, dan berani bersuara, diharapkan proses demokrasi ddapat berjalan lebih jujur, adil, dan bermartabat.

Penulis/Editor:A.L

Foto:Erwin