Bawaslu Kota Gorontalo Terima Supervisi Progres Perekrutan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P)
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Ketua dan Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Sukrin Saleh Taib, Herlina Antu dan Erman Katili menerima kunjungan supervisi dari Bawaslu Provinsi Gorontalo terkait progres pelaksanaan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) dalam jaringan (Daring) tahun 2025. Supervisi ini dilaksanakan sebagai bentuk evaluasi dan penguatan terhadap proses perekrutan peserta P2P yang tengah berjalan di Kota Gorontalo. Kunjungan dilakukan langsung oleh Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyudin Akili bertempat di Kantor Bawaslu Kota Gorontalo, Kamis (16/10/2025).
Anggota Bawaslu Provinsi Gorontalo Wahyudin Akili pada saat supervisi meninjau sejauh mana pelaksanaan tahapan perekrutan telah berjalan, mulai dari proses sosialisasi, penerimaan pendaftaran, hingga jumlah pendaftar sampai dengan saat ini. Ia menyampaikan supervisi ini untuk memastikan seluruh tahapan berjalan transparan, objektif, dan sesuai dengan pedoman yang telah ditetapkan oleh Bawaslu RI.
Ketua Bawaslu Kota Gorontalo Sukrin Saleh Taib menyampaikan bahwa pihaknya menyambut baik supervisi Supervisi yang dilakukan oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo, kegiatan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat kualitas perekrutan pelaksanaan P2P daring. “Kami berkomitmen untuk memastikan perekrutan peserta dilakukan secara terbuka, dan maksimal ujar Sukrin.
Selain membahas teknis pelaksanaan perekrutan, kegiatan supervisi juga membahas pentingnya pemetaan terhadap peserta dari berbagai kalangan masyarakat, seperti mahasiswa, organisasi kepemudaan, hingga kelompok disabilitas. Bawaslu Kota Gorontalo menilai keberagaman peserta menjadi kekuatan tersendiri dalam menciptakan pengawas partisipatif yang inklusif dan representatif. Dengan demikian, nilai-nilai demokrasi dapat tersampaikan lebih luas melalui agen-agen pengawasan di masyarakat.
Koordinator Divisi Hukum,Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Humas Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu menambahkan bahwa pendidikan pengawas partisipatif merupakan salah satu program strategis yang menekankan pada aspek edukasi politik masyarakat. “Melalui program ini, kami berharap peserta tidak hanya memahami tugas pengawasan, tetapi juga mampu menjadi corong demokrasi di lingkungannya masing-masing,” ungkapnya.
Herlina optimis untuk peserta yang mendaftar nanti sesuai dengan jumlah quota yang diberikan oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo yakni sebanyak 40 orang," Semua platform media social dan juga koordinasi bersama beberapa sekolah akan dilakukan guna memaksimalkan antusias yang akan mengikuti kegiatan"Ucap Herlina
Untuk diketahui Bawaslu Kota Gorontalo tengah membuka pendaftaran Peserta Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2) Dalam jaringan Tahun 2025. Pendaftaran akan berakhir pada tanggal 17 Oktober 2025.
Penulis/Editor:A.L
Foto: Rifki/A.L