Lompat ke isi utama

Berita

Kepala Balai Kebudayaan Siap Bersinergi Bersama Bawaslu Budayakan Lawan Politik Uang

Bawaslu Kota Gorontalo

kunjungan anggota Bawaslu Kota Gorontalo  Erman Katili dalam rangka konsolidasi demokrasi dan diterima oleh Kepala Balai Kebudayaan kementerian RI Provinsi Gorontalo Moch. Andri WP. S.Sos, M.Sos,di ruang kerjanya pada Jumat (8/5/2026).

Kota Timur-Badan Pengawas Pemiihan Umum Kota Gorontalo-Kepala Balai Kebudayaan kementerian RI Provinsi Gorontalo Moch. Andri WP. S.Sos, M.Sos, menyatakan kesiapan untuk bersinergi bersama Bawaslu Kota Gorontalo dalam memperkuat gerakan melawan politik uang. Sinergi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran masyarakat bahwa praktik politik uang bukan hanya persoalan hukum kepemiluan, tetapi juga berkaitan dengan kebiasaan sosial yang harus diubah melalui pendekatan edukasi dan kebudayaan. hal itu ia sampaikan saat menerima kunjungan anggota Bawaslu Kota Gorontalo dalam rangka konsolidasi demokrasi pada Jumat (8/5/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Kepala Moch. Andri ,menegaskan bahwa budaya demokrasi yang sehat harus dibangun dari nilai kejujuran, integritas, dan tanggung jawab masyarakat dalam menentukan pilihan politik. “Melawan politik uang perlu menjadi kesadaran bersama. Jika masyarakat terbiasa menolak pemberian yang bertujuan memengaruhi pilihan, maka demokrasi kita akan semakin kuat dan bermartabat,” ujarnya.

Bawaslu Kota Gorontalo menyambut baik komitmen tersebut sebagai bentuk dukungan lintas sektor dalam pencegahan pelanggaran pemilu. Upaya melawan politik uang tidak cukup hanya dilakukan melalui pengawasan dan penindakan, tetapi juga harus diperkuat melalui pendidikan masyarakat, kampanye moral, serta penguatan nilai-nilai budaya lokal yang menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan.

Melalui kolaborasi ini, Balai Kebudayaan dan Bawaslu Kota Gorontalo diharapkan dapat menghadirkan program edukatif yang dekat dengan masyarakat, seperti sosialisasi, dialog budaya, kampanye kreatif, hingga kegiatan yang melibatkan generasi muda. “Politik uang harus dilawan bukan hanya saat tahapan pemilu berlangsung, tetapi perlu dibudayakan dalam kehidupan sehari-hari sebagai sikap menolak praktik yang merusak demokrasi,” ungkap perwakilan Bawaslu.

Sinergi antara Balai Kebudayaan kemenrian dan Bawaslu Kota Gorontalo menjadi harapan baru dalam membangun gerakan bersama melawan politik uang. Dengan pendekatan kebudayaan, pesan demokrasi bersih diharapkan lebih mudah diterima masyarakat. Komitmen ini sekaligus menegaskan bahwa menolak politik uang adalah bagian dari menjaga martabat demokrasi, memperkuat karakter bangsa, dan mewujudkan pemilu yang jujur, adil, serta berintegritas.

penulis/editor:A.L