Lompat ke isi utama

Berita

Berny Dorong Jajaran Sekretariat Lakukan Inovatif pada Masa Penyesuaian WFH

Bawaslu Kota Gorontalo

Koordinator Sekretariat Berny Pakaja saat menjelaskan Penyesuain WFH bagi staf sekretariat dalam rapat internal Bawaslu Kota Gorontalo pada Kamis (11/6/2026).

Kota Timur-Badan Pengawas Pemilihan Umum kota Gorontalo- Bawaslu Kota Gorontalo menggelar rapat rutin yang diikuti pimpinan oleh seluruh jajaran sekretariat sebagai sarana konsolidasi internal dan penguatan kinerja kelembagaan. Dalam kesempatan tersebut, koordinator sekretariat Bawaslu Kota Gorontalo, Berny Pakaja, menekankan pentingnya menjaga produktivitas dan kualitas pelayanan meskipun tengah memasuki masa penyesuaian pola kerja Work From Home (WFH).

Dalam arahannya, seluruh pegawai diharapkan mampu beradaptasi dengan perubahan pola kerja yang diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelaksanaan tugas dan tanggung jawab. Penyesuaian sistem kerja harus diimbangi dengan peningkatan koordinasi, disiplin pelaporan, serta pemanfaatan teknologi informasi guna memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan secara efektif dan tepat waktu.

Selain menjaga produktivitas, jajaran sekretariat juga didorong untuk menghadirkan berbagai inovasi dalam mendukung pelaksanaan tugas kelembagaan. Inovasi tersebut dapat diwujudkan melalui penyederhanaan proses administrasi, penguatan layanan digital, maupun pengembangan metode kerja yang lebih efisien sehingga mampu menjawab kebutuhan organisasi di tengah dinamika lingkungan kerja yang terus berkembang.

Pada masa penyesuaian WFH yakni di hari Selasa dan hari Jumat, kolaborasi antarpegawai menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga kelancaran pelaksanaan program dan kegiatan. Oleh karena itu, seluruh jajaran diminta untuk tetap membangun komunikasi yang aktif, saling mendukung dalam penyelesaian pekerjaan, serta memastikan setiap target kerja dapat tercapai sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Melalui penguatan semangat inovasi dan adaptasi tersebut, Bawaslu Kota Gorontalo berkomitmen untuk terus menghadirkan tata kelola organisasi yang profesional, responsif, dan berorientasi pada hasil. Masa penyesuaian WFH diharapkan tidak menjadi hambatan, melainkan momentum untuk melahirkan berbagai terobosan yang mampu meningkatkan efektivitas kerja dan kualitas pelayanan kelembagaan.

penulis/editor:A.L

foto:Wahyuni