Bahas Isu Krusial Data Pemilih, Bawaslu Kota Gorontalo Lakukan Konsolidasi Demokrasi Bersama Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo
|
Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu dan Erman Katili melaksanakan kegiatan konsolidasi demokrasi bersama Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo dalam rangka membahas isu krusial terkait data pemilih, khususnya bagi warga binaan pemasyarakatan. Pertemuan ini menjadi bagian dari upaya penguatan pengawasan partisipatif dan memastikan hak konstitusional warga binaan tetap terjamin dalam setiap tahapan pemilu maupun Pemilihan. Kegiatan berlangsung di ruang kerja kalapas pada Selasa (24/2/2026).
Dalam diskusi tersebut, Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, menyampaikan bahwa maksud dan tujuan kunjungan Bawaslu Kota Gorontalo ke Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo adalah untuk mempererat silaturahmi kelembagaan sekaligus memperkuat konsolidasi demokrasi, khususnya dalam Isu pengawasan data pemilih warga binaan pemasyarakatan.
Herlina menegaskan bahwa dinamika jumlah warga binaan yang terus berubah menjadi perhatian serius dalam proses pemutakhiran data pemilih. Oleh karena itu, Bawaslu memandang penting membangun komunikasi yang intens dan terbuka dengan pihak lapas guna memastikan setiap warga binaan yang memenuhi syarat tetap dapat terakomodir hak pilihnya sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Lebih lanjut, Herlina Antu menjelaskan bahwa silaturahmi ini juga menjadi bagian dari langkah preventif Bawaslu dalam memetakan potensi kerawanan, khususnya terkait validitas dan sinkronisasi data pemilih. Melalui koordinasi yang baik, diharapkan tidak terjadi permasalahan administratif yang dapat berdampak pada kualitas penyelenggaraan pemilu.
Sementara itu Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Erman Katili mengungkapkan bahwa Pentingnya akurasi dan sinkronisasi data pemilih, mengingat dinamika keluar-masuk warga binaan yang berpotensi memengaruhi daftar pemilih baik di masa tahapan maupun non tahapan. Koordinasi lintas lembaga dinilai strategis guna meminimalisir potensi permasalahan administratif yang dapat berdampak pada pemenuhan hak pilih.
Selain itu, kedua pihak turut membahas mekanisme pembaruan data secara berkala serta pola komunikasi yang efektif antara jajaran Lapas dan penyelenggara pemilu. Langkah ini diharapkan mampu mencegah terjadinya data ganda, pemilih tidak memenuhi syarat, maupun warga binaan yang belum terakomodir dalam daftar pemilih.
Melalui konsolidasi ini, Bawaslu Kota Gorontalo menegaskan komitmennya dalam mengawal kualitas demokrasi yang inklusif dan berintegritas. Sinergi bersama Lapas Kelas IIA Kota Gorontalo menjadi bagian penting dalam memastikan seluruh warga negara, tanpa terkecuali, memperoleh hak pilihnya secara adil dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Penulis/Editor:A.L
Foto:Wahyuni