Lompat ke isi utama

Berita

Ikuti ToT Narsum dan Fasilitator P2P, Bawaslu Kota Gorontalo Pastikan Pembelajaran Optimal Bagi Peserta P2P

Bawaslu Kota Gorontalo

Bawaslu Kota Gorontalo egiatan Training of Trainers (ToT) bagi narasumber dan fasilitator P2P yang dilaksanakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo pada Rabu (13/5/2026).

Kota Timur-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Dalam rangka memaksimalkan pelaksanaan program Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P), ketua dan anggota Bawaslu Kota Gorontalo Sukrin Saleh Taib, Herlina Antu dan Erman Katili, Koordintor secretariat Berny Pakaja dan tim fasilitator P2P mengikuti kegiatan Training of Trainers (ToT) bagi narasumber dan fasilitator P2P yang dilaksanakan secara daring oleh Bawaslu Provinsi Gorontalo pada Rabu (13/5/2026).

Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Provinsi Gorontalo, turut hadir seluruh pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo dan diikuti oleh jajaran Bawaslu Kabupaten/kota se-Gorontalo yang akan terlibat langsung dalam proses pemberian pembelajaran dan pendampingan peserta selama pelaksanaan P2P berlangsung.

Melalui kegiatan ToT tersebut, Bawaslu Kabupaten/Kota mendapatkan penguatan materi dari jajaran pimpinan Bawaslu Provinsi Gorontalo terkait pola pencegahan, cara penanganan pelanggaran, pengajuan sengketa proses pemilu, metode pembelajaran, teknik fasilitasi, hingga strategi penyampaian materi yang efektif dan partisipatif. Selain itu, pembekalan juga difokuskan pada peningkatan kapasitas narasumber dan fasilitator agar mampu menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif dan mudah dipahami oleh peserta dari berbagai latar belakang.

Koordinator Divisi hukum, pencegahan, partisipasi masyarakat dan hubungan masyarakat Herlina Antu yang membidangi pengawasan partisipatif menyampaikan bahwa kegiatan ToT menjadi bagian penting dalam memastikan kualitas pelaksanaan P2P di daerah berjalan optimal. Menurutnya, kesiapan fasilitator dan narasumber sangat menentukan efektivitas transfer pengetahuan kepada peserta P2P.

“Kami ingin memastikan seluruh peserta P2P mendapatkan proses pembelajaran yang maksimal, baik dari sisi materi maupun metode penyampaiannya. Karena itu, peningkatan kapasitas fasilitator dan narasumber menjadi langkah penting sebelum program dilaksanakan,” ujarnya.

Ia juga menambahkan bahwa program P2P bukan sekadar kegiatan pembelajaran biasa, melainkan wadah untuk membangun kesadaran dan keterlibatan masyarakat, khususnya generasi muda, dalam pengawasan partisipatif. “Melalui P2P, kami berharap lahir agen-agen pengawasan partisipatif yang mampu menjadi mitra Bawaslu dalam menjaga kualitas demokrasi dan pelaksanaan pemilu yang berintegritas,” tambahnya.

 

penulis/editor:A.L

Foto:Boby