Bawaslu Kota Gorontalo Ikuti Sosialisasi Evaluasi IKP 2024, Perkuat Pengawasan Berbasis Data
|
Kota Gorontalo – Bawaslu Kota Gorontalo mengikuti kegiatan Sosialisasi Evaluasi Implementasi dan Kualitas Data Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) 2024 yang diselenggarakan oleh Bawaslu RI pada Selasa (4/8/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas pengawasan pemilu melalui pengelolaan data yang akurat, terukur, dan adaptif terhadap dinamika kerawanan di setiap wilayah. Melalui evaluasi tersebut, Bawaslu diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemetaan kerawanan sebagai dasar dalam menyusun strategi pencegahan dan pengawasan pada penyelenggaraan pemilu maupun pemilihan yang akan datang.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Anggota Bawaslu RI Herwyn J. Malonda. Turut hadir secara langsung Sekretaris Jenderal Bawaslu RI, Deputi Bidang Teknis, Deputi Bidang Administrasi, serta para Pejabat Tinggi Pratama Eselon I dan Eselon II. Sementara itu, Anggota Bawaslu RI Lolly Suhenty mengikuti kegiatan secara daring bersama jajaran Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota se-Indonesia.
Dalam sambutannya, Herwyn J. Malonda menegaskan bahwa IKP harus terus dikembangkan sebagai sistem peringatan dini (early warning system) yang adaptif terhadap dinamika penyelenggaraan pemilu. Menurutnya, perkembangan teknologi, perubahan pola pelanggaran, hingga dinamika regulasi menuntut Bawaslu memiliki instrumen pemetaan kerawanan yang mampu membaca perubahan secara cepat dan akurat.
Pasca kegaita, Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, mengatakan bahwa evaluasi IKP merupakan momentum penting untuk memastikan setiap data hasil pengawasan dapat diolah menjadi dasar pengambilan kebijakan yang tepat. Menurutnya, pengawasan yang efektif tidak hanya bergantung pada pelaksanaan di lapangan, tetapi juga pada kualitas data yang dihimpun dan dianalisis secara komprehensif. "Evaluasi IKP 2024 menjadi langkah strategis untuk memperkuat sistem pengawasan berbasis data. Dengan data yang valid dan berkualitas, Bawaslu dapat memetakan potensi kerawanan secara lebih akurat sehingga langkah pencegahan dapat dilakukan secara lebih efektif dan tepat sasaran," ujar Herlina.
Dalam pelaksanaan sosialisasi tersebut, peserta memperoleh penguatan mengenai pentingnya evaluasi implementasi IKP, penyempurnaan kualitas data, serta metode penyusunan indeks kerawanan yang mampu menggambarkan kondisi faktual di daerah. Hasil evaluasi diharapkan menjadi bahan perbaikan dalam penyusunan strategi pengawasan yang lebih adaptif, sekaligus memperkuat sinergi antarjenjang pengawas pemilu dalam mengantisipasi berbagai potensi kerawanan.
Melalui keikutsertaan dalam Sosialisasi Evaluasi IKP 2024, Bawaslu Kota Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat tata kelola pengawasan yang berbasis bukti (evidence-based supervision). Evaluasi ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pemetaan kerawanan, memperkuat langkah pencegahan sejak dini, serta mendukung terwujudnya penyelenggaraan pemilu dan pemilihan yang demokratis, berintegritas, dan terpercaya di Kota Gorontalo.
penulis/editor:A.L