Lompat ke isi utama

Berita

Bersama Sekjen PB PMII dan Organisasi Kepemudaan, Herlina Antu Dorong Konsolidasi Demokrasi Melalui Pengawasan Partisipatif

Herlina Antu

Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu saat berdialog bersama Sekjen PB PMII dan Organisasi Kepemudaan bertempat di aula rumah dinas walikota pada Selasa Malam, 29/9/2026).

Kota Gorontalo-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Bawaslu Kota Gorontalo terus memperkuat sinergi bersama berbagai elemen kepemudaan dalam mendorong pengawasan partisipatif sebagai bagian dari upaya menjaga kualitas demokrasi. Hal tersebut disampaikan Anggota Bawaslu Kota Gorontalo, Herlina Antu, saat berdialog bersama Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) Ahmad Syahrul Fadhil, Wasekjen Bidang Hukum dan HAM PB PMII Muhamad Ali Badri, serta sejumlah organisasi kepemudaan yang tergabung dalam kelompok Cipayung dan organisasi kepemudaan lainnya saat menghadiri  Pelantikan Pengurus Cabang PMII Kota Gorontalo dan Kab. Boalemo bertempat di aula rumah dinas walikota pada Selasa Malam, 29/9/2026).

Dalam kegiatan tersebut, turut hadir perwakilan organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan di Kota Gorontalo, di antaranya Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Gorontalo, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Gorontalo, serta organisasi kepemudaan lainnya. Pertemuan tersebut menjadi ruang dialog untuk memperkuat kolaborasi antara Bawaslu dan kelompok masyarakat, khususnya generasi muda, dalam membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya keterlibatan publik dalam mengawal proses demokrasi.

Herlina Antu menyampaikan bahwa pengawasan partisipatif tidak hanya menjadi tanggung jawab lembaga penyelenggara pengawasan pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat. Menurutnya, pemuda memiliki posisi strategis sebagai kelompok intelektual yang dapat memberikan kontribusi dalam menjaga nilai-nilai demokrasi di tengah masyarakat.

"Demokrasi tidak dapat berjalan hanya dengan mengandalkan kerja lembaga penyelenggara pemilu, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, terutama generasi muda. Melalui pengawasan partisipatif, pemuda dapat menjadi bagian penting dalam memastikan proses demokrasi berjalan secara jujur, adil, dan berintegritas," ujar Herlina Antu.

Lebih lanjut, Herlina berharap konsolidasi bersama organisasi kepemudaan dapat menjadi langkah awal dalam memperkuat jejaring pengawasan partisipatif di Kota Gorontalo. Kolaborasi antara Bawaslu, organisasi mahasiswa, dan kelompok masyarakat diharapkan mampu menciptakan ruang demokrasi yang lebih terbuka, kritis, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk bersama-sama mengawal setiap tahapan demokrasi.

Melalui pertemuan tersebut, Bawaslu Kota Gorontalo menegaskan komitmennya untuk terus membangun komunikasi dan kerja sama dengan berbagai kelompok strategis masyarakat. Kehadiran Sekjen PB PMII Ahmad Syahrul Fadhil, Wasekjen Bidang Hukum dan HAM PB PMII Muhamad Ali Badri, serta organisasi yang tergabung dalam Cipayung menjadi bagian dari upaya memperluas gerakan pengawasan partisipatif sebagai fondasi penguatan demokrasi di tingkat daerah.

Penulis/editor:A.L

foto:Istimewa