Berny Pakaja Hadiri Kegiatan Kick Off Manajemen Talenta Bawaslu: Transformasi Menuju ASN Profesional
|
Kota Gorontalo-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo – Koordinator Sekretariat Bawaslu Kota Gorontalo Berny Pakaja, mengikuti kegiatan Kick Off Manajemen Talenta Bawaslu: Transformasi untuk ASN yang Profesional dan Berintegritas yang diselenggarakan oleh Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Republik Indonesia. Kegiatan tersebut diikutinya secara daring pada Jumat (18/9/2026) sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas aparatur sipil negara (ASN) dalam mendukung penerapan manajemen talenta di lingkungan Bawaslu. Kegiatan Kick Off Manajemen Talenta Bawaslu berlangsung pada 17–19 September 2026 dengan agenda penguatan implementasi manajemen talenta ASN.
Dalam kegiatan tersebut, Berny Pakaja memperoleh materi terkait pembangunan ekosistem mobilitas talenta ASN nasional yang menekankan pentingnya transformasi birokrasi melalui pengelolaan sumber daya manusia yang profesional, adaptif, dan berbasis kompetensi. Materi yang disampaikan menguraikan bahwa transformasi sektor publik membutuhkan birokrasi yang lincah (agile), mampu berpikir ke depan (thinking ahead), terus melakukan perbaikan (thinking again), serta mengambil keputusan berdasarkan bukti (evidence based) dengan dukungan data terintegrasi.
Selain itu, peserta juga mendapatkan pemahaman mengenai konsep manajemen talenta ASN, yaitu sistem pengelolaan karier yang bertujuan untuk mengidentifikasi, mengembangkan, mempertahankan, dan menempatkan ASN berdasarkan kompetensi, kinerja, potensi, serta integritas. Melalui penerapan manajemen talenta, organisasi pemerintah diharapkan mampu memiliki talenta terbaik yang dapat mendukung peningkatan pelayanan publik dan pembangunan nasional dengan prinsip “The Right People, on The Right Job, at The Right Time”.
Materi lainnya yang diperoleh dalam kegiatan tersebut membahas penyelenggaraan manajemen talenta yang mencakup tahapan akuisisi talenta, pengembangan talenta, retensi talenta, penempatan talenta, serta pemantauan dan evaluasi. Pengelolaan talenta dilakukan dengan mempertimbangkan kualifikasi, kompetensi, kinerja, potensi, integritas, moralitas, serta kebutuhan instansi pemerintah, sehingga pengembangan karier ASN dapat berjalan secara terencana dan sesuai kebutuhan organisasi.
Melalui keikutsertaan dalam kegiatan ini, Berny Pakaja berharap penerapan manajemen talenta dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat profesionalitas ASN, meningkatkan budaya kerja yang adaptif dan kolaboratif, serta mendukung transformasi kelembagaan Bawaslu. Kegiatan ini juga menegaskan bahwa transformasi birokrasi dimulai dari transformasi talenta ASN, dengan menyiapkan aparatur yang memiliki kemampuan digital, responsif, produktif, fleksibel, dan mampu menghadapi perubahan di era modern.
Penulis/editor:A.L
foto:Istimewa