Lompat ke isi utama

Berita

Tekankan Inovasi Digital, Herlina Beberkan Strategi Pengawasan Partisipatif yang Lebih Adaptif

Herlina Antu

Anggota Bawaslu Kota Gorontalo Herlina Antu saat menjadi narasumber dalam kegiatan Diskusi daring yang diikuti oleh peserta P2P daring dari Kota Gorontalo, Kabupaten Gorontalo dan Kabupaten Boalemo  pada Sabtu (15/11/2025).

Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Gorontalo-Dalam upaya memperkuat peran seluruh pihak dalam menjaga integritas pemilu/Pemilihan, Herlina menegaskan bahwa inovasi digital menjadi kunci utama dalam meningkatkan efektivitas pengawasan partisipatif. Hal ini disampaikannya sebagai narasumber dalam kegiatan diskusi daring yang diikuti oleh para peserta Pendidikan Pengawasan Partisipatif (P2P) Kota Gorontalo, Kabupaten Boalemo dan Kabupaten Gorontalo, Sabtu (15/11/2025). Menurutnya, pengawasan pemilu kini tidak hanya mengandalkan metode konvensional, tetapi harus beradaptasi dengan dinamika teknologi yang semakin cepat.

Dalam pemaparannya, Herlina menekankan pentingnya inovasi digital dalam memperkuat peran masyarakat dalam pengawasan pemilu. Ia menyampaikan bahwa perkembangan teknologi menuntut pengawas dan masyarakat untuk lebih adaptif dalam mengawal proses demokrasi, terutama menghadapi tantangan penyebaran informasi yang semakin cepat di ruang digital.

Herlina menjelaskan bahwa pengawasan partisipatif kini tidak lagi terbatas pada metode tatap muka, tetapi telah merambah ke berbagai platform digital. Ia memaparkan strategi konkret yang dapat diterapkan masyarakat, seperti pemanfaatan kanal pelaporan online yang lebih mudah diakses, penggunaan media sosial untuk mengidentifikasi potensi pelanggaran, serta penguatan literasi digital guna membedakan informasi benar dan hoaks. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan mampu lebih cepat memberikan respons terhadap setiap dinamika pemilu.

Sebagai narasumber, Herlina juga menyoroti pentingnya membangun jejaring pengawasan yang kuat, khususnya di kalangan anak muda. Menurutnya, generasi muda memiliki kemampuan adaptasi teknologi yang tinggi sehingga berpotensi menjadi penggerak utama dalam pengawasan pemilu berbasis digital. Ia mendorong peserta P2P untuk membangun komunitas pengawas digital yang saling terhubung, sehingga dapat memperluas jangkauan pengawasan di seluruh Kota Gorontalo.

Selain membahas strategi teknis, Herlina turut menggarisbawahi perlunya transparansi dan akuntabilitas dalam proses tindak lanjut laporan masyarakat. Ia menjelaskan bahwa keberadaan dashboard digital dan fitur notifikasi perkembangan laporan menjadi langkah penting dalam menjaga kepercayaan publik. Dengan sistem yang lebih terbuka dan responsif, masyarakat akan semakin terdorong untuk melibatkan diri dalam pengawasan partisipatif.

Di akhir kegiatan, Herlina mengajak seluruh peserta untuk mempraktikkan pengetahuan yang telah diperoleh selama sesi daring. Ia menegaskan bahwa keberhasilan pengawasan partisipatif tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada komitmen bersama dalam menjaga integritas pemilu. Dengan strategi yang adaptif dan kolaboratif, Herlina optimis bahwa pengawasan berbasis digital dapat menjadi pilar kuat dalam mewujudkan pemilu yang berkeadilan dan transparan di masa mendatang

Penulis/Editor:A.L

Foto:Humas Bawaslu Provinsi Gorontalo